Berita Kampus

Berita : umum / Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Hendaknya Istiqamah pada Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah

Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Hendaknya Istiqamah pada Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah


MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Mencermati suasana kehidupan politik nasional jelang Pilkada serentak yang mulai menghangat. Muhammadiyah menyadari bahwa, politik sarat akan pro kontra dan kontroversi, hal tersebut tergantung kepada kepentingan pihak tertentu untuk memperebutkan kekuasaan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, berharap kontestasi politik yang terjadi dapat berlangsung demokratis, elegan, bermartabat, dan berkeadaban. Selain itu, pihak-pihak yang terlibat dapat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan Pancasila sebagai basis berpolitik adiluhung.

“Para aktor politik  tidak boleh mengabaikan dan menihilkan nilai-nilai luhur itu. Kepada kekuatan-kekuatan nonpartai termasuk ormas dan media massa, agar tetap menjalankan peran sosialnya yang mencerdaskan dan mencerahkan, serta tidak partisan sehingga kehilangan fungsi kontrolnya,” tegas Haedar, Rabu (12/10) dalam acara peletakkan batu pertama pembangunan Kampus IV Universitas Ahmad  Dahlan (UAD).

Khusus kepada keluarga besar Muhammadiyah, Haedar berpesan, hendaknya istiqamah berpegang teguh pada Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah dengan mengindahkan hal-hal berikut, pertama, memposisikan dan memerankan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah kemasyarakatan yang tidak berpolitik praktis.

“Kedua, tidak membawa institusi organisasi termasuk ortom dan amal usaha dalam percaturan politik dukung mendukung atau tolak menolak sebagaimana garis Persyarikatan. Ketiga, tidak membikin pernyataan-pernyataan resmi yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” pungkas Haedar.

Kembali dilanjutkan Haedar, yang keempat, mengedepankan akhlak karimah dalam berpendapat, bersikap, dan bertindak sesuai tuntunan Islam. Kelima, menjauhkan diri dan tidak melakukan hal-hal yang anarki, kekerasan, permusuhan, kebencian, dan konflik yang merugikan kehidupan bersama.

Keenam, bekerjasama dengan pihak manapun untuk kebaikan dan kemaslahatan serta menciptakan ketertiban dalam masyarakat luas. Ketujuh, tetap bergairah membangun amal usaha dan kegiatan-kegiatan dakwah yang membawa kemajuan umat dan bangsa.

Terlepas dari hal tersebut, Haedar juga mengatakan, hendaknya sesama anak bangsa untuk dapat saling menghormati dan saling percaya, serta tidak saling merendahkan dan menghinakan martabat, sehingga perbedan politik yang terjadi tetap bermartabat dan berkeadaban.

“Marilah kita kembangkan sikap saling toleran dan tidak menghujat sebagai cermin bangsa yang berakhlak utama,” tutup Haedar. (adam)

Reporter: Nisa/Syifa

di posting oleh admin pada tanggal 2016-10-13 11:09:17

kategori : umum

 
total berita : 11


peta situs | hubungi kami |